iklan
iklan
News

PMKRI Mencatat Lebih Dari 3300 Tindak Kekerasan Terhadap PRT

Redaksi
×

PMKRI Mencatat Lebih Dari 3300 Tindak Kekerasan Terhadap PRT

Sebarkan artikel ini

PortalNetwork.id – Ketimpangan relasi kuasa antara Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan pemberi kerja juga kerap berakhir menjadi kekerasan ekonomi maupun fisik pada pembantu rumah tangga, hal itu dikatakan Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Perempuan Pengurus Pusat (PMKRI) Periode 2022-2024, Raineldis Bero melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (29/6/2024).

Dalam konteks internasional lanjut Raineldis, peraturan mengenai Pekerja Rumah Tangga (PRT) relatif baru. Pengakuan atas PRT baru sejak 16 Juni 2011 ketika konferensi Jenewa, dimana International Labour Organization (ILO) mengadopsi konvensi ILO Nomor 189 tentang Pekerja Rumah Tangga. India adalah salah satu Negara yang telah megadopsi Konvensi ILO, dengan disahkannya Unorganized Workers Social Security Act.

“Undang-Undang ini memberikan jaminan sosial bagi PRT seperti asuransi jiwa, tunjangan dan kehamilan, hingga perlindungan hari tua. Sebagai seorang pekerja, semestinya PRT juga memiliki hak untuk menikmati pekerjaan dan penghidupan yang layak, serta perlindungan atas pekerjaanya, termasuk cuti, upah, keamanan, dan juga kondisi pekerjaan yang layak. Ini yang diusahakan dalam Rancangan Undang – Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) di Indonesia. “Ucap Raineldis.

Baca Juga:  Pemkab Tangerang Sudah Fasilitasi Jamaat Yayasan Thesalonika di Teluknaga Pasca Dimediasi Forkopimda, Kemenag dan FKUB

Lebih rinci, dia meminta RUU ini dapat memberikan pengakuan atas kerja perawatan yang dilakukan PRT, mendorong pengurangan beban, resiko kerja PRT, dan memberikan perlindungan bagi PRT.

“RUU PPRT sangat penting untuk menjamin hak-hak PRT sebagai pekerja yang harus dilindungi negara. “Singkatnya.

iklan

konten berikut berasal dari advertiser. Redaksi Portal Pantura tidak terkait dengan pembuatanya

Copyright © 2023 PortalNetwork.id™